Hai!
Novia Fridayanti, mahasiswa Psikologi Universitas Gunadarma.
Punya impian yang banyak. Earth warrior, Biologist, Broadcaster, Art-ist, Pendiri organisasi mengenai alam-My biggest dream-, dan banyak lagi.
Jadi sama sekali gak ada pikiran untuk kuliah di jurusan ini. Aku tersesat.
Aku, pejuang SBMPTN'14. Yap, aku terlalu terobsesi oleh ITB. Oleh SITH-nya. Tapi ternyata kalian tau, kenyataan memang gak seindah yang dipikirkan, ternyata universitas yang menerima ku adalah President University (PR), ITENAS (Tek.Lingkungan), UNPAD (PR), dan Gunadarma (Psikologi) -bukan ITB-. Pedih memang, setelah aku berusaha maksimal -menurutku- dan kenyataannya ditolak. Seluruh impian-impian ku runtuh seketika itu juga -karena kalian tau, aku sudah merencanakan segala hal setelah lulus dari ITB-
Dan terlebih lagi, setelah aku memutuskan untuk mengambil Psikologi-Gunadarma banyak manusia-manusia yang bilang "KENAPA GAK AMBIL UNPAD?" kenapa? aku pun gak tau.
Seringkali, pertanyaan mereka menggangguku dan membuatku mulai menyesal dengan keputusanku. Sial, padahal kalau aku ambil Public Relation, aku bakal gampang banget buat wujud-in salah satu impianku. "Kenapa?" "Kenapa di psikologi?" "bukankah yang aku ingin kan bukan menjadi seorang psikolog?".
Sekarang aku mungkin tau kenapa Allah memberikan jalan
ini. Aku memang berpotensi dibidang ini. Selain naturalis dan kreativitas ku yang
tinggi, ternyata tingkat interpersonalku juga sangat tinggi (menurut hasil detection
dari IONs) . Jadi setidaknya, aku bisa mengatasi "ketersesat an
jurusan" ku.
Walaupun aku di psikologi, aku gak akan pernah
merubah impian lama ku. Yang aku lakukan adalah menambah impianku, melengkapi
impian-impianku. Dan malah, setelah jadi psikolog nanti, mungkin impian-impian
itu bakal terwujud lebih mudah dengan rencana baru yang aku buat -setidaknya aku berharap rencana ku berhasil-. Karena hey, kalian
tau.. belajar psikologi menyenangkan. Aku mulai jatuh cinta pada jurusan ini.
Dan terakhir, pesan buat kalian yang mungkin juga
gagal dalam "memasuki jalan" untuk mencapai impian yang kalian mau,
setidaknya jangan anggap diri kalian bodoh. Jangan tinggalkan impian lama
kalian, yang kalian harus lakukan adalah menciptakan impian baru dan berusaha
tetap mencapai impian lama kalian dengan yang kalian miliki sekarang.
Percayalah, setelah nasi jadi bubur, Tuhan tetap akan menyediakan ayam, kecap,
kacang, dan yang lainnya agar menjadi enak dan sempurna. Tuhan selalu punya
rencana yang indah dibalik semuanya. Aku memang belum sukses, aku belum mendapat yang aku mau, aku belum bahagia seutuhnya. Tapi, jika aku mencintai psikologi dan berusaha keras, aku yakin nanti, aku bakal dapat kebahagiaan itu. Semoga..
Komentar
Posting Komentar