#3 Kepribadian Menurut Erich Fromm
ERICH FROMM
(1900-1980)
“Bagimana
caranya menghindari kekerasan dan menimbulkan pembantaian di dalam perang?” dan “Kenapa
seorang perempuan sempurna bisa nekat mengakhiri hidupnya sendiri?” Pertanyaan
itulah yang berkontribusi pada pemikirannya mengenai kemanusiaan. Erich Fromm,
berasal dari orangtua neurotic yang menganut yahudi ortodoks dari Frankfrut,
Jerman. Ia adalah orang yang memperkenalkan bahwa the true nature dari kemanusiaan adalah kebebasan atau freedom ia juga dikenal dengan teori
karakter manusia dan cinta.
Menurut Erich Fromm, kepribadian itu
merupakan produk kebudayaan. Maka dari itu ia percaya bahwa kepribadian dengan
kesehatan jiwa seharusnya, masyarakat tersebut menyesuaikan diri dan memuaskan
kebutuhan-kebutuhan dasar individu agar dapat mengembangkan potensi, cinta satu
sama lain, menjadi produktif juga kreatif dengan begitu akan tercipta
masyarakat yang sehat dan terkuranginya permusuhan antar sesama individu. Namun
menurut Fromm, kesehatan jiwa tersebut juga tergantung akan kodrat manusia
mendefinisikannya jadi setiap masyarakat tertentu akan berbeda mendefinisikan
sesuai dengan waktu dan tempat nya.
Fromm juga mengemukakan bahwa manusia
itu pada hakikatnya kesepian dan ketidakberartian, yang berarti bahwa manusia
juga merupakan evolusi dari binatang-binatang yang prosesnya membiarkan manusia
mengalami kebebasan tetapi mengorbankan rasa aman, rasa memiliki, dan terpisah
dari alam. Menurut Fromm, kebebasan sendiri adalah “...is something that people actively try to flee from” yang berarti
bahwa kebebasan itu adalah sebagai pelarian diri seseorang dari sesuatu. Namun
seperti yang diungkapkan diatas, bahwa kebebasan tersebut juga dapat
menyebabkan neurotic atau kecemasan dasar, karena itu seseorang ada pula yang
berkeinginan untuk melarikan diri dari kebebasan (escape from freedom) dengan tiga mekanisme yaitu authoritarianism, menyerahkan
kemandirian individu dan meleburkannya dengan seseorang atau sesuatu di luar
dirinya untuk mendapatkan kekuatanyang tak dimilikinya, destructiveness, yaitu usaha seseorang untuk merusak segala yang
ada disekitarnya sebagai respon dari penderitaannya, dan automaton conformity, yaitu menyerahkan sepenuhnya individualitas
agar menjadi apa yang orang lain inginkan. Untuk itu, manusia harus bisa
mencapai kebebasan positif dimana ia bisa merasakan kebebasan, tidak kesepian,
mandiri, namun tetap menjadi bagian umat manusia dengan mampunya mengungkapkan
secara penuh dan spontan mengenai potensi rasional maupun emosionalnya.
Erich Fromm berpendapat mengenai teori “Human Needs” nya agar manusia dapat
mencapai kepribadian yang sehat berdasarkan kebebasan dan keamanan, yaitu:
a.
Relatedness:
kebutuhan untuk menjalin hubungan dengan orang lain dan bersatu dengan alam
dengan rasa cinta dalam arti yang sesungguhnya yaitu peduli, tanggung jawab,
rasa hormat, dan pengetahuan.
b.
Transcendence: Kebutuhan
untuk melebihi alam kita dengan mengkreasikannya atau menghancurkannya.
c.
Rootedness:
Kebutuhan untuk merasakan bahwa kita memang berada di rumah sendiri di dunia ini.
d.
A sense of identity: Kebutuhan mengenali identitas dirinya, karena
identitas dapat dipengaruhi oleh konformitas.
e.
A frame of orientation: Kebutuhan untuk memahami dunia nya dan menyesuaikan
dengan kebutuhannya.
f.
Excitation and Stimulation: Kebutuhan untuk menyelesaikan tujuannya
g.
Unity:
Kebutuhan untuk merasakan kesatuan dengan alamdan umat manusia
h.
Effectiveness:
Kebutuhan untuk merasakan bahwa kita sudah mampu menyelesaikannya.
Menurut Fromm, kepribadian sehat juga adalah
seseorang yang dapat mencintai diri sepenuhnya, kreatif, memiliki kemampuan
pikiran yang berkembang, mengamati dunia dan dirinya dengan objektif, dan
merasakan kebebasan positif. Fromm juga berpendapat mengenai perkembangan
kepribadian yang sehat dari teori Allport dan Maslow yaitu kepribadian yang matang
dan kemampuan beraktualisasi diri dengan teorinya yaitu orientasi produktif, dimana arti disini lebih luas yang menunjukan
sikap atau pandangan meliputi semua segi kehidupan, emosional,
intelektual, juga terhadap manusia,
benda, maupun peristiwa yang akan menciptakan diri mereka dengan melahirkan
semua potensi untuk memenuhi kapasitas mereka sendiri. Fromm juga mengutarakan
tambahannya mengenai kepribadia sehat dari empat segi,
a.
Cinta yang
Produktif, hubungan manusia yang bebas sederajat namun mampu mempertahankan
individualitas mereka.
b.
Pikiran yang
Produktif, adanya perhatian yang kuat terhadap objek pikiran.
c.
Kebahagiaan,
suatu kondisi yang meningkatkan seluruh organisme, menghasilkan penambahan gaya
hidup, kesehatan, dan pemenuhan potensi manusia.
d.
Suara hati
otoriter (penguasa dari luar diri yang
diinternalisasikan sebagai pemimpin tingkah laku seperti orangtua, guru, dll)
dan suara hati humanis (yang berasal dari dalam diri, jadi individu dapat
bertingkah laku sesuai dengan kecocokan dirinya sendiri).
-Novia Fridayanti (18514050)
Daftar
Pustaka:
Kleinmann Paul. 2012. Psych 101: A Crash Course in The Science of
The Mind. United States of America: Adams Media
Schultz Duane.1997. Growth Psychology :
Models of the Healthy Personality. New York: D. Van Nostrand Company. Oleh:
Drs. Yustinus, Msc., OFM
Feist J., Feist G. 2010. Theories of Personality. USA: Mc Graw
Hill. Oleh: Handriatno
Komentar
Posting Komentar