#1 Kepribadian Menurut Gordon Allport



GORDON ALLPORT
(1897-1967)

Gordon Allport, tokoh psikologi humanistik yang berasal dari Indiana ini pernah ingin sekali bertemu dan mengunjungi Sigmund Freud di Wina, namun saat waktu tersebut tiba ia justru tidak tahu apa yang harus ia katakan pada Freud. Akhirnya ia menceritakan seorang anak laki-laki sewaktu di trem yang kelihatannya takut akan kotor dan mengeluh pada ibunya “Saya tidak mau duduk disana. Jangan membiarkan orang laki-laki yang kotor itu duduk di samping saya”, ia menceritakan kejadian di trem tersebut kepada Freud, namun setelah beberapa waktu yang mengejutkan Allport adalah tanggapan Freud “Dan apakah anak lakidlaki itu adalah Anda?”.
Gordon Allport menganggap peristiwa tersebut mempunyai kesan yang mendalam untuknya, dan menyebakan kecurigaan terhadap penyelidikan yang mendalam terhadap ketidaksadaran yang menjadi dasar psikoanalisa. Karena hal ini pula lah yang menjadikannya jalan bagi Allport untuk menempuh penelitian-penelitiannya sendiri mengenai kepribadian di kemudian hari. Lalu pada tahun 1922 Allport mendapatkan gelar Ph.D nya dan meneruskan kariernya sebagai ahli dari studi kepribadian Amerika yang setelahnya menjadikan ia sebagai salah seorang psikologi pertama di Amerika yang memusatkan perhatiannya pada kepribadian yang sehat daripada kepribadian neurotis.
Definisi kepribadian menurut Gordon Allport ialah “organisasi dinamis dari system psikosifik individu yang menentukan karakteristik perilaku dan pikirannya untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya” itu berarti kepribadian yang dimaksud Allport bahwa kepribadian merupakan sesuatu yang menekankan ada aspek psikologis maupun fisik yang terorganisir namun dapat berubah dan meliputi perilaku internal dan eksternal. Dalam pendekatannya pada kepribadian, Gordon Allport dicerminkan oleh pengalaman-pengalaman pribadinya yang ditanamkan oleh keluarganya dengan menekan kan sifat kerja keras, kesalehan, suasana aman, kasih sayang, dan semangat peri-kemanusiaan. Karena itulah pemikiran pribadi dan professional Allport dapat dikatakan berbeda dengan pandangan Sigmund Freud. Pandangan Allport mengenai kodrat manusia adalah postif dan penuh harapan.
Gordon Allport tidak percaya bahwa orang-orang yang matang dan sehat dikontrol oleh kekuasaan tak sadar, kekuatan yang tak dapat dilihat dan dipengaruhi. Allport percaya bahwa kekuatan tak sadar seperti trauma dan konflik pada masa kanak-kanak itu merupakan pengaruh yang penting pada tingkah laku orang dewasa yang neurotis dan tidak matang, namun individu yang sehat dan matang berfungsi pada tingkat rasional dan sadar, menyadari sepenuhnya dan mengontrol kekuatan-kekuatan yang membimbing mereka. Dan Allport juga menggunakan istilah Proprium yang mengarah pada perilaku dan karakeristik yang dianggap manusia sebagai sesuatu yang penting, sentral, dan hangat dalam kehidupan mereka yang berperan sebagai nilai-nilai manusia yang untuk merasakan identitasnya dan peningkatan diri.
Menurut Gordon Allport struktur kepribadian adalah disposisi personal yaitu struktur neuropsikis umum (khas bagi individu) yang mempunyai kapasitas untuk memberikan respons terhadap banyak stimulus yang berfungsi ekuivalen, serta untuk memulai dan mengarahkan bentuk perilaku adaptif dan ekspresif yang konsisten dengan kata lain disposisi personal adalah yang dapat mendeskripsikan orang tersebut dalam konteks karakteristik individual. Adapun tingkatan disposisi personal menurut Allport, yaitu:
a.   Disposisi Pokok (Cardinal Trait) merupakan karakteristik pada individu yang bersifat dominan atau menonjol dan membentuk identitas seseorang, emosi, dan perilaku nya. Namun tidak semua orang memiliki trait ini, contohnya adalah pada trait narsisme maka hanya Narcissus lah yang sepenuhnya narsisme, tidak ada yang lain.
b.      Disposisi Sentral (Central Trait) merupakan traits yang inti. Walaupun hal tersebut bukan merupakan yang dominan, namun traits tersebut tidak dapat dipisahkan dengan individu kebanyakan dan merupakan fondasi dari kepribadian kita dan penyebab bagaimana kita bertindak.
c.       Disposisi Sekunder (Secondary Trait) merupakan traits yang banyak dalam kuantitas, namun sering muncul dan bertanggung jawab atas perilaku spesifik seseorang.
Ada tujuh kriteria kematangan yang merupakan pandangan Allport tentang sifat khusus dari kepribadian yang sehat, yaitu:
a.       Perluasan Perasaan Diri
Seseorang harus mampu mengembangkan dirinya, ia harus mengenl diri dan luar diri nya sendiri. Mulanya berasal dari pengalaman-pengalaman yang tumbuh dan meluas menjadi nilai-nilai dan cita-cita. Tetapi, ia juga harus mengembangkan luar dirinya bukan hanya dengan berinteraksi dengan seseorang yang lainnya melainkan dengan aktivitas lain dimana ia berpartisipasi secara penuh dan percaya bahwa aktivitas tersebut berarti untuk dirinya karena dapat memuaskan kebutuhan-kebutuhan yang lain. Ini berarti semakin sseorang terlibat sepenuhnya dengan beagai aktivitas atau orang atau ide, maka semakin juga dia sehat secara psikologis.
b.      Hubungan Diri yang Hangat dengan Orang-orang Lain
Merupakan kemampuan berhubungan hangat yang sehat secara psikologis dan mampu memperlihatkan rasa cinta seperti pada pasangan, orang tua, sahabat, dll. dan hubungan yang berkembang dengan baik itu menyebabkan kesejahteraan pada individu sendiri juga serta mampu memahami kondisi dasar manusia dan perasaan semua orang sehingga empati dapat muncul.
c.       Keamaanan Emosional
KEpribadian yang sehat adalah dimana seseorang mampu menerima dirinya dari segi manapun termasuk kekurangannya. Seseorang dapat dikatakan sehat juga saat seseorang tersebut mampu mengontrol emosi nya baik ia mengeluarkan emosi nya secara tepat dan juga tidak berusaha untuk menahan emosi tersebut, selain itu ia mampu sabar terhadap kekecewaan hal ini menunjukkan bagaimana seseorang bereaksi terhadap tekanan dan hambatan terhadap keinginan mereka.
d.      Persepsi Realistis
Seseorang yang sehat adalah yang memandang dunia nya secara objektif, ia tidak ercaya bahwa orang-orang semuanya baik ataupun jahat, ia juga tidak akan memaksakan kehendak dirinya pada orang lain sesuai dengan keinginannya, karena ia paham dan menerima bahwa dunia itu adalah realitas sebagaimana mestinya.
e.       Keterampilan dan Tugas
Allport menekankan pentingnya penenggelaman diri pada tugas dan keberhasilan akan keterampilan & tugas yang dimiliki, namun ia berkata bahwa keberhasilan saja tidak cukup melainkan hal pentingnya adalah seseorang yang sehat mampu melakukan keterampilan dan mengerjakan tugas secara ikhlas, antusias, melibatkan diri sepenuhnya dalam pekerjaannya. Karena orang sehat pasti mengarahkan keterampilan yang ia miliki pada pekerjaannya.
f.       Pemahaman Diri
Self objectification menuntut tentang hubungan/perbedaan antara gambaran tentang diri yang dimiliki seseorang dengan dirinya menurut keadaan yang sesungguhnya. Seseorang yang sehat memiliki self objectification yang lebih tinggi dibandingkan orang-orang neurosis. Karena jika ia memiliki self objectification yang baik maka ia mampu menerima dan terbuka terhadap pendapat orang lain dalam merumuskan suatu gambaran yang objektif juga orang sehat tidak mungkin memproyeksikan kualitas pribadinya yang negative pada orang lain.
g.      Filsafat Hidup yang Memastikan
Orang-orang sehat berpikiran visioner yaitu melihat kedepan, didorong oleh tujuan dan rencana jangka panjang. Orang-orang ini mempunyai suatu perasaan akan tujuan, suatu tugas untuk bekerja sampai selesai, mempunyai nilai-nilai yang kuat, dan juga mampu menyatukannya nilai-nilai tersebut kepada semua segi kehidupan dengan menggunakan suara hati nya sendiri.
Allport tidak menggambarkan perkembangan kepribadian menurut tingkat-tingkat yang jelas. Kekurangan perhatian terhadap perkembangan kepribadian ini sesuai dengan kepecayaan bahwa kepribadian dewasa lebih merupakan fungsi dari masa sekarang dan masa yang akan datan seseorang dari masa lalunya. Allport memperhatikan hubungan antara bayi dengan ibunya mengenai banyaknya kasih sayang yang diberikan ibu. apabila kasih sayang dan keamanan dianggap cukup, anak akan membentuk suatu identitas dan gambaran diri. Selama masa adolesensi, perjuangan propium akan terbentuk menjadi frame of reference dan dorongan bagi pertumbuhan yang akan datang dan dipastikan akan muncul dan berpengaruh pada seorang dewasa yang matang dan sehat. Jadi menurut Allport peran ibu sangatlah penting dalam membentuk kepribadian yang sehat bagi seseorang. Seorang anak yang hidup dalam kondisi kurang kasih sayang dan keamanan yang rendah, akan mengalami kondisi yang tidak aman, agresif, suka menuntut, egosentris, iri hati, dan pertumbuhan psikologisnya kurang. Dan anak tersebut pada masa dewasa akan dikontrol oleh keinginan dan konflik masa anak-anaknya dan mungkin mengembangkan suatu bentuk sakit jiwa.

-Novia Fridayanti  (18514050)

Daftar Pustaka:
Schultz Duane.1997. Growth Psychology : Models of the Healthy Personality. New York: D. Van Nostrand Company. Oleh: Drs. Yustinus, Msc., OFM
Feist J., Feist G. 2010. Theories of Personality. USA: Mc Graw Hill. Oleh: Handriatno




Komentar

Postingan populer dari blog ini

PSIKOTERAPI : Cognitive Behavioral Therapy

Hai!

#3 Kepribadian Menurut Erich Fromm