#2 Kepribadian Menurut Abraham Maslow
#2
ABRAHAM MASLOW
(1908-1970)
Abraham
Harold (Abe) Maslow adalah seseorang yang berasal dari Manhattan, New York yang
semenjak masa kecila hingga dewasa nya pun diliputi perasaan benci terhadap
ibunya sendiri, ia menganggap bahwa ibunya adalah seseorang yang sangat egois.
Bahkan keputusan Maslow untuk menjadi seseorang yang tidak percaya agama pun
disebabkan perilaku ibunya. Pengalaman-pengalaman lain yang ia rasakan dari
masyarakat disekitarnya mempengaruhi pemikiran-pemikirannya seperti untuk
menemukan psikologi meja perdamaian, mempelajari yang paling baik dari kodrat
manusia, dan untuk memahami puncak-puncak yang dapat dicapai oleh manusia.
Tujuan
yang ingin dicapai Maslow adalah mempelajari sebanyak apa potensi yang dimiliki
manusia untuk perkembangan dan pengungkapan yang penuh. Maslow meng-kritisi
Freud dan ahli kepribadian lain yang berysaha memahami kodrat manusia dari sisi
manusia yang tidak sehat, neurotis, dll karena ia percaya bahwa seharusnya
apabila ingin mempelajari kesehatan psikologis manusia, yang perlu dipahami
adalah orang-orang yang sehat. Karena itu Maslow meneliti kolega-kolega nya
dengan bermacam-macam tenik dan menyimpulkan bahwa semua manusia dilahirkan
dengan kebutuhan-kebutuhan instrinktif, yaitu kebutuhan yang mendorong manusia
untuk tumbuh dan berkembang demi mengaktualisasikan diri sejauh kemampuannya.
Namun walaupun potensi pertumbuhan tersebut ada sejak lahir, keberhasilan
aktualisai diri ini tergantung akan pemenuhan kekuatan-kekuatan individu juga
sosialnya.
Teori
kepribadian Maslow dibuat berdasarkan beberapa asumsi dasar mengenai motivasi,
yakni pendekatan menyeluruh pada motivasi, motivasi itu biasanya kompleks,
orang-orang berulang kali termotivasi oleh kebutuhannya, semua orang
termotivasi oleh kebutuhan dasar yang sama, dan motivasi adalah
kebutuhan-kebutuhan yang dapat dibentuk menjadi hierarki. Hierarki tersebut
disebut oleh Maslow sebagai “Hierarchy of
Needs” yang bebentuk piramida dengan 5 tahapan seperti yang sudah pernah di
post sebelumnya, yaitu kebutuhan fisiologis, kebutuhan akan rasa aman dan
dilindungi, kebutuhan akan cinta dan memiliki, kebutuhan untuk pernghargaan/self esteem, dan yang terakhir adalah
tercapainya aktualisasi diri.

Berarti
dapat disimpulkan dari teori pendekatan Maslow terhadap kepribadian diatas,
individu yang mempunyai kepribadian sehat adalah seseorang yang mampu mencapai
tingkatan tertinggi dari kebutuhan-kebutuhan dasar seperti di atas mulai dari
yang terendah sampai ke aktualisasi diri. Dimana ada beberapa sifat dari
orang-orang yang mengaktualisasikan dirinya yaitu, mereka dapat mengamati
realitas secara efisien dan objektif jadi ia memandang dunia dari kacamata orang
lain juga dengan teliti sehingga ia mampu menemukan penipuan dan ketidakjujuran
orang lain dengan cepat, mereka mampu menerima diri dan orang lain baik dari
kelebihannya maupun kelemahannya jadi mereka mampu menghargai satu sama lain,
mereka juga berkepribadian yang spontan, sederhana, dan bertingkah laku wajar,
mereka focus pada masalah diluar diri mereka, memerlukan kebutuhan privasi dan
independensi yang tinggi, dapat berfungsi secara otonom, mempunyai minat sosial
dan empati yang tinggi, loyal terhadap orang lain yaitu mampu menjalin hubungan
yang kuat dengan orang lain, demokratis, dan sangatlah kreatif.
Namun
dalam perkembangannya setelah merumuskan teori kepribadian sehat diatas, Maslow
menemukan bahwa indvidu yang sangat sehat ini mempunyai kebutuhan yang berbeda dan tingkatan
yang berbeda pula. Maslow mengenalkan Deficiency
needs atau D-needs, hal itu adalah
adanya dorongan utuk membereskan kebutuhan-kebutuhan yang kurang dalam
organisme (seperti kebutuhan akan keamanan, sosial, penghargaan, dan
fisiologis), dorongan ini direncanakan untuk mencapai sesuatu yang kurang pada
diri kita. Maslow juga mengemukakan
mengenai growth needs atau
dikenal juga dengan being needs/ B-needs
dimana adanya dorongan dalam berkeingingin tumbuh sebagai manusia yang
sejahtera (Human-Being), namun growth needs ini bukan akibat dari
kekurangan akan kebutuhan tersebut.
-Novia Fridayanti
(18514050)
Daftar
Pustaka:
Kleinmann Paul. 2012. Psych 101: A Crash Course in The Science of
The Mind. United States of America: Adams Media
Schultz Duane.1997. Growth Psychology :
Models of the Healthy Personality. New York: D. Van Nostrand Company. Oleh:
Drs. Yustinus, Msc., OFM
Feist J., Feist G. 2010. Theories of Personality. USA: Mc Graw
Hill. Oleh: Handriatno
Komentar
Posting Komentar