#4 Kepribadian Menurut Carl Rogers




CARL ROGERS
(1902-1987)
Carl Rogers seorang anak dari keluarga protestan yang sangat strict pada kepercayaannya tersebut berasal dari Oak park,  Illinois. Ia merupakan seseorang yang tertarik pada kitab injil, maka sebelum menginjak sekolah ia senang membaca kitab dan buku-buku lain. Carl Roger juga selalu diajarkan makna dari belajar dan kerja keras oleh orangtua nya sehingga nilai-nilai tersebut tetap bertahan sepanjang hidupnya. Carl Rogers pada awlanya sangat tertarik dan memutuskan untuk mengambil jurusan pertanian, namun ternyata ia lebih tertarik pada masalah keagaman. Setelah ia mengambil studi keagamaan nya bahkan ia sempat berkunjung ke China untuk mengahadiri conference selama 6 bulan. Namun, dari waktu ke waktu minat Rogers pada bidang keagamaan pun mulai luntur. Lalu kehidupannya mulai terarah kepada psikologi dan pendidikan hingga akhirnya Rogers mendapatkan gelar Ph.D nya.
Saat sedang bekerja di Universitas Wisconsin, ia bekerja dengan individu-individu yang terganggu yang mencari bantuan untuk mengubah kepribadian mereka. Untuk merawat klien-klien nya, Rogers mengembangkan salah satu kontribusinya yang paling dikenal didunia psikologi yaitu, client-centered therapy dimana tanggung jawab utama terhadap perubahan kepribadian ada pada klien, bukan pada terapi. Apabila orang-orang bertanggung jawab  terhadap keprbidaian mereka sendiri dan mampu memperbaikinya, maka mereka harus menjadi makhluk yang rasional dan sadar dimana menurut Rogers adalah manusia yang rasional dan sadar itu tidak dikontrol oleh peristiwa-peristiwa masa kanak-kanak, karena hal tersebut tidak menghukum kita untuk hidup dalam konfik dan kecemasan yang tidak daapt dikontrol. Memandang kepribadian yang sehat sekarang ini adalah merupakan yang penting. Namun Rogers berkata bahwa pengalaman-pengalaman masa lampau dapat mempengaruhi cara bagaimana kita memandang masa sekarang yang dapat mempengaruhi tingkat kesehatan psikologis seperti yang dikatakan oleh Alfred Adler. Rogers dikenal juga sebagai seorang fenomenologis, karena ia sangat menekankan pada realitas yang berarti bagi individu. Realitas tiap orang akan berbeda–beda tergantung pada pengalaman–pengalaman perseptualnya. Lapangan pengalaman ini disebut dengan fenomenal field.
Rogers mengungkapkan bahwa seseorang harus teribat dalam hubungan yang jujur, memperlihatkan empati, dan juga penerimaan positif yang tidak bersyarat agar tidak menyebabkan seseorang untuk bergerak menuju perubahan personal yang konstruktif. Pada dasarnya menurut Rogers, aktualisai diri bisa dipahami dengan menganalogikannya pada bunga. Dimana bunga tersebut hanya bisa tumbuh dengan penuh potensi jika hidup pada lingkungan dan kondisi yang tepat, begitu pula pada manusia, walau dikatakan lebih kompleks. Rogers juga mengungkapkan mengenai self-concept yaitu kesadaran batin yang tetap, mengenai pengalaman yang berhubungan dengan aku dan membedakan aku dari yang bukan aku. Dimana hal ini dibagi menjadi dua konsep yaitu congruence berarti situasi dimana adanya kesamaan atau konsistennya diri ideal (ideal self) seseorang dengan pengalaman aktualnya. Rogers membagi positive regard ke dalam dua tipe, yaitu unconditional positive regard berarti saat manusia itu dicintai dan dihargai sepenuhnya berdasarkan diri mereka sebenarnya, terutama oleh orangtua dan significant others-nya. dan yang kedua adalah conditional positif regard yang berarti seseorang dicintai dan dihargai bukan karena apa adanya mereka melainkan karena berperilaku sesuai yang diharapkan orang lain. Dan apabila orang tua menerima anak nya dengan bersyarat, yaitu saat orang tua menginginkan anak berperilaku sesuai dengan keinginan mereka yang nanti nya akan berdampak menjadi kegelisahan pada anak tersebut, maka timbulah hal yang dinamakan  incongruence yaitu ketidakcocokan antara self yang dirasakan dalam pengalaman aktual disertai pertentangan dan kekacauan batin.
(Visual Illustrastion of Congruence)

Carl Rogers menggambarkan kepribadian seseorang yang sehat dengan pribadi yang berfungsi seutuhnya dimana seseorang tersebut mengalami penghargaan positif tanpa syarat seperti yang sudah sijelaskan sebelumnya karena dengan hal ini berarti ia dihargai dan dicintai sesuai apa adanya ia sebagai manusia sehingga ia tidak akan bersifat defensive namun akan menerima dirinya dengan percaya diri. Konsep pokok teori Rogers:
1.      Organism, yaitu keseluruhan individu (the total individual). Dimana tersebut dapat bereaksi terhadap medan phenomenal untuk memenuhi kebutuhannya, organisme tersebut mempunyai motif dasar untuk mengembangkan dirinya, dan organisme tersebut melambangkan pengalamannya.
2.      Self, yaitu bagian medan phenomenal yang terdiferensiasikan dan terdiri dari pola-pola pengamatan dan penilaian sadar daripada “I” atau “me” yang dapat bertingkah laku secara selaras, berkembang dari interaksi dengan lingkungannya, dan dapat merubah hasil maturation dan belajar, serta lain sebagainya.
Lalu menurut Rogers, kepribadian sehat itu bukan merupakan suatu keadaan dari ada, melainkan suatu proses, suatu arah bukan suau tujuan. Aktualisasi diri itu selalu berlangsung, tidak statis atau berhenti dengan kondisi selesai dan merupakan hal yang sukar, menyakitkan karena merupakan suatu ujian dan pecutan terus menerus terhadap semua kemampuan seseorang dan yang terpenting dalam aktualisasi diri adalah seseorang tersebut itu benar-benar diri mereka sendiri, yang tidak bersembunyi dibelakang topeng, berpura-pura menjadi sesuatu yang bukan dirinya. Untuk itu Rogers memberikan lima sifat orang yang berfungsi sepenuhnya, yaitu:
1.      Keterbukaan pada pengalaman, berarti kepribadian itu fleksibel, tidak hanya mau menerima pengalaman yang hanya diberikan oleh kehidupan, namun juga dapat menggunakannya dalam membuka kesempatan persepsi dan ungkapan baru, maka dari itu orang yan kepribadiannya sehat lebih merasakan emosional baik postif maupun negative dibandingkan kepribadian defensif. Dan seseorang itu juga yang tidak terhambat oleh syarat-syarat penghargaan, bebas untuk mengalami semua perasaan dan sikap, jadi setiap pendirian dan perasaan yang berasal dari dalam dan luar diri disampaikan ke system syaraf tanpa distorsi atau rintangan.
2.      Kehidupan Eksistensial, yaitu orang yang dapat hidupsepenuhnya dalam setiap momen kehidupan yang berarti setiap pengalaman dirasa segar dan baru sehingga akan selalu merasa kebahagiaan. Selain itu yang kepribadiannya sehat tidak memiliki prasangka dan tidak harus mengontrol pengalaman-pengalamannya sehingga bebas berpartisipasi di dalamnya, dan juga mereka bukanlah tipe orang yang kaku namun dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya.
3.      Kepercayaan Terhadap Organisme Orang Sendiri, yaitu bertingkah laku sesuai dengan menurut apa yang dirasa benar karena hal tersebut merupakan pedoman yang sangat dapat diandalkan dalam memutuskan suatu tindakan, selain itu juga orang yang berfungsi sepenuhnya dapat ertidak sesuai dengan impuls yang timbul seketika dan intuitif namun tetap memperhatikan konsekuensinya.
4.      Perasaan Bebas, yaitu seseorang dapat memilih dengan bebas tanpa adanya paksaan-paksaan atau rintangan antara alternative pikiran dan tindakan. Karen itu orang yang berfungsi sepenuhnya menurut Rogers adalah memiliki perasaan berkuasa secara pribadi mengenai kehidupan dan percaya bahwa masa depan tergantung pada dirinya, tidak diatur oleh tingkah laku, keadaan, ataupun peristiwa lampau,
5.      Kreativitas, yaitu saat orang terbuka pada pengalamannya dan percaya akan dirinya sendiri, fleksibel pada keputusan mereka adalah orang yang akan mengungkapkan diri mereka dalam produk yang kreatif dan kehidupan yang kreatif dalam semua bidang kehidupan mereka dimana mereka adalah orang yang tidak kenal dengan konformitas, atau menyesuaikan dengan lingkungan secara pasif hanya karena kultural dan tekanan sosial tapi mereka  spontan, berubah, tumbuh sebagai respons dari stimulus kehidupan yang beragam disekitar mereka.

-       Novia Fridayanti (18514050)

Daftar Pustaka:
Kleinmann Paul. 2012. Psych 101: A Crash Course in The Science of The Mind. United States of America: Adams Media
Schultz Duane.1997. Growth Psychology : Models of the Healthy Personality. New York: D. Van Nostrand Company. Oleh: Drs. Yustinus, Msc., OFM
http://psikologi.net/struktur-kepribadian-menurut-carl-rogers/
Feist J., Feist G. 2010. Theories of Personality. USA: Mc Graw Hill. Oleh: Handriatno



Komentar

Postingan populer dari blog ini

PSIKOTERAPI : Cognitive Behavioral Therapy

Hai!

#3 Kepribadian Menurut Erich Fromm