Latar Belakang Minat dan Bakat Terhadap Prestasi Mahasiswa Jurusan Teknik Industri Universitas Gunadarma di Kelas 1ID07
Latar Belakang Minat dan Bakat
Terhadap Prestasi Mahasiswa Jurusan Teknik Industri Universitas Gunadarma di Kelas
1ID07
Oleh
Anisa Hasbiya (11514285)
Bunga Anugrah Gusti (12514246)
Hasianti Sritaufika (14514846)
Mia Aglifa (16514616)
Novia Fridayanti (18514050)
KELAS 1PA03
FAKULTAS PSIKOLOGI
S1 PSIKOLOGI
UNIVERSITAS GUNADARMA
2015
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang
Dewasa
ini seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan pendidikan, setiap orang
memerlukan persiapan yang matang untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang
lebih tinggi. Persiapan yang dimaksud seperti halnya melanjutkan dari SD ke SMP,
dari SMP ke SMA, dan yang paling terpenting adalah melanjutkan pendidikan dari SMA
ke Perguruan Tinggi. Ini dikarenakan Perguruan Tinggi merupakan jenjang
terakhir seseorang dalam dunia pendidikan karena selanjutnya individu akan
menghadapi dunia kerja yang tentu saja jauh berbeda dengan lingkungan sekolah.
Untuk mengatasi
hal tersebut orang tua maupun anak harus mengetahui dan melakukan persiapan
yang terbaik untuk menghadapi Perguruan Tinggi. Karena jurusan yang akan
diambil di Perguruan Tinggi nantinya akan mempengaruhi karier seseorang, untuk
itu jurusan yang akan diambil haruslah tepat dengan bakat dan minat seseorang.
Namun saat ini banyak sekali terjadi
kesalahan pada anak lulusan Sekolah Menengah Atas. Kebanyakan dari mereka
adalah yang salah memilih jurusan di Perguruan Tinggi, karena tidak sesuai
dengan baka serta minatnya, yang lebih fatalnya lagi mereka tidak cepat
mengetahuinya. Faktor-faktor yang mempengaruhi hal tersebut akan kami data dari
mahasiswa jurusan Teknik Industri Universitas Gunadarma.Apakah jurusan yang
mereka ambil atas kemauan sendiri atau faktor yang lain? apakah sesuai dengan
minat dan bakat mereka? jika tidak apakah berpengaruh terhadap prestasi mereka?.
Karena hal ini akan berpengaruh pada
kondisi belajar mahasiswa dalam perkuliahan, saat ini kita sering melihat
mahasiswa yang hanya duduk di perkuliahan tanpa memperhatikan dosen yang sedang
mengajar, sering bolos, dan sedikit disertai semangat belajar. Ini bisa saja
menjadi penyebab dari kesalahan jurusan yang mereka ambil saat masuk di Perguruan
Tinggi.
Lapangan pekerjaan yang saat ini begitu
banyak dan perkembangan teknologi yang semakin berkembang. Membuat persaingan
masuk ke dunia kerja juga lebih ketat, tidak hanya dituntut kemampuan otak tapi
juga kemampuan soft skill yang dimiliki seseorang. Dengan kemampuan soft skill
yang berbeda-beda, menyebabkan banyaknya orang yang bekerja tidak pada bidang
atau jurusan yang dipilih di perguruan tinggi. Hal ini juga menyebabkan masalah
terhadap lapangan pekerjaan karena dengan begini setiap orang bisa saja masuk
ke dalam bidang apapun didunia kerja.
Karena itu untuk mengetahui seberapa
banyak persentase mahasiswa yang memilih jurusan perkuliahan sesuai dengan
minat dan bakatnya, kami melakukan penelitian “Latar Belakang Minat dan Bakat
Terhadap Prestasi Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Universitas Gunadarma di kelas
1ID07”.
1.2 Tujuan
Penelitian
Untuk
mengetahui pakah minat dan bakat mahasiswa Teknik Industri kelas 1ID07
berpengaruh
terhadap prestasi mereka.
1.3Manfaat Penelitian
Agar mengembangkan pengetahuan peneliti
dan pembaca apakah minat dan bakatmempunyai pengaruh terhadap prestasi
mahasiswa.
BAB
II
DASAR
TEORI
2.1 Pengertian Minat
dan Bakat
2.1.1 Pengertian
Bakat
Menurut M. Ngalim Purwanto dalam bukunya Psikologi Pendidikan disebutkan bahwa kata bakat
lebih dekat pengertiannya dengan kata aptitude yang
berarti kecakapan pembawaan, yaitu yang mengenai kesanggupan-kesanggupan
(potensi-potensi) yang tertentu.
William B. Michael memberi definisi mengenai bakat
sebagai berikut :
An aptitude may be defined as a person’s capacity, or
hypothetical potential, for acquisition of a certain more or less weeldefined
pattern of behavior involved in the performance of a task respect to which the
individual has had little or no previous training (Michael,
1960: 59).
Jadi Michael meninjau bakat itu terutama dari segi
kemampuan individu untuk melakukan sesuatu tugas, yang sedikit sekali
tergantung kepada latihan mengenai hal tersebut.
Woodworth dan Marquis memberikan definisi
demikian: “aptitude is predictable achievement and can
be measured by specially devised test” (Woodworth dan Marquis,
1957: 58). Bakat (aptitude), oleh Woodworth dan Marquis dimasukkan dalam
kemampuan (ability). Menurutnya ability mempunyai tiga arti, yaitu :
Achievement yang merupakan actual ability, yang dapat
diukur langsung dengan alat atau tes tertentu.Capacity yang merupakan potential
ability, yang dapat diukur secara tidak langsung dengan melalui pengukuran
terhadap kecakapan individu, di mana kecakapan ini berkembang dengan perpaduan
antara dasar dengan training yang intensif dan pengalaman.
Menurut sejarahnya usaha pengenalan bakat itu
mula-mula terjadi pada bidang kerja (atau jabatan), tetapi kemudian juga dalam
bidang pendidikan. Bahwa dewasa ini dalam bidang pendidikanlah usaha yang
paling banyak dilakukan. Dalam praktiknya hampir semua ahli yang menyusun tes
untuk mengungkap bakat bertolak dari dasar pikiran analisis faktor.
Pemberian nama terhadapjenis-jenis bakat biasanya
dilakukan berdasar atas dalam lapangan apa bakat tersebut berfungsi, seperti
bakat matematika, bakat bahasa, bakat olah raga, dan sebagainya. Dengan
demikian, maka macamnya bakat akan sangat tergantung pada konteks kebudayaan di
mana seseorang individu hidup. Mungkin penamaan itu bersangkutan dengan bidang
studi, mungkin pula dalam bidang kerja.
Sebenarnya setiap bidang studi atau bidang kerja
dibutuhkan lebih dari satu faktor bakat saja. Bermacam-macam fakor mungkin
diperlukan berfungsinya untuk suatu lapangan studi atau lapangan kerja
tertentu. Suatu contoh misalnya bakat untuk belajar di Fakultas Teknik akan
memerlukan berfungsinya faktor-faktor mengenali bilangan, ruang, berpikir
abstrak, bahasa, mekanik, dan mungkin masih banyak lagi. Karena tiu ada
kecenderungan di antara para ahli sekarang untuk mendasarkan pengukuran bakat
itu pada pendapat, bahwa ada setiap individu sebenarnya terdapat semua
faktor-faktor yang diperlukan untuk berbagai macam lapangan, hanya dengan
kombonasi, konstelasi, dan intensitas yang berbeda-beda. Karena itu biasanya
yang dilakukan dalam diagnosis tentang bakat adalah membuat urutan (ranking)
mengenai berbagai bakat pada setiap individu.
2.1.2 Pengertian Minat
Menurut John Holland, minat adalah
aktivitas atau tugas-tugas yang membangkitkan perasaan ingin tahu, perhatian,
dan memberi kesenangan atau kenikmatan.
Menurut kamus
lengkap psikologi, minat (interest) adalah satu sikap yang berlangsung
terus menerus yang memolakan perhatian seseorang, sehingga membuat dirinya jadi
selektif terhadap objek minatnya, perasaan yang menyatakan bahwa satu
aktivitas, pekerjaan, atau objek itu berharga atau berarti bagi individu, dan
satu keadaan motivasi, atau satu set motivasi, yang menuntun tingkah laku
menuju satu arah (sasaran) tertentu (dalam Chaplin, 2008:255).
Menurut Crow &
Crow (dalam Abror, 1993:112) minat adalah sesuatu yang berhubungan dengan daya
gerak yang mendorong kita cenderung atau merasa tertarik pada orang, benda,
kegiatan ataupun bisa berupa pengalaman yang efektif yang dirangsang oleh
kegiatan itu sendiri.
Rast, Harmin
dan Simon (dalam Mulyati, 2004:46) menyatakan bahwa dalam minat
itu terdapat
hal-hal pokok diantaranya:
1.Adanya perasaan
senang dalam diri yang memberikan perhatian padaobjektertentu
2.Adanya
ketertarikan terhadap objek tertentu.
3.Adanya aktivitas
atas objek tertentu.
4.Adanya
kecenderungan berusaha lebih aktif.
5.Objek atau
aktivitas tersebut dipandang fungsional dalam kehidupan dan
6.Kecenderungan
bersifat mengarahkan dan mempengaruhi tingkah laku individu.
Definisi minat
menurut Shaleh (2004:262) adalah suatu kecenderungan untuk
memberikan perhatian dan bertindak
terhadap orang, aktivitas atau situasi yang menjadi objek dari minat tersebut
dengan disertai perasaan senang.
Jadi minat
merupakan kecenderungan atau arah keinginan terhadap sesuatu untuk memenuhi
dorongan hati, minat merupakan dorongan dari dalam diri yang mempengaruhi gerak
dan kehendak terhadap sesuatu, merupakan dorongan kuat bagi seseorang untuk
melakukan segala sesuatu dalam mewujudkan pencapaian tujuan dan cita-cita yang menjadi
keinginannya. Minat dapat menjadi indikator dari kekuatan seseorang di area tertentu di
mana dia akan termotivasi untuk mempelajarinya dan menunjukkan kinerja yang
tinggi.
2.2 PengertianPrestasi
Belajar
Menurut Poerwanto (1986:28)
memberikan pengertian prestasi belajar yaitu “hasil yang dicapai oleh seseorang
dalam usaha belajar sebagaimana yang dinyatakan dalam raport”
Menurut Winkel (1996:162)
mengatakan bahwa “prestasi belajar adalah suatu bukti keberhasilan belajar atau
kemampuan seseorang siswa dalam melakukan kegiatan belajarnya sesuai dengan
bobot yang dicapainya.
Menurut S.
Nasution (1996:17) prestasi belajar adalah: “Kesempurnaan yang dicapai
seseorang dalam berfikir, merasa dan berbuat. Prestasi belajar dikatakan
sempurna apabila memenuhi tiga aspek yakni: kognitif, affektif dan psikomotor,
sebaliknya dikatakan prestasi kurang memuaskan jika seseorang belum mampu memenuhi target dalam kriteria tersebut.
2.3 Faktor yang
Mempengaruhi Prestasi Belajar
Prestasi belajar yang dicapai seorang
individu merupakan hasil interaksi antara berbagai faktor yang mempengaruhinya
baik dari dalam diri (faktor internal) maupun dari luar diri (faktor eksternal)
individu. Pengenalan terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar penting sekali artinya dalam rangka membantu murid dalam mencapai prestasi belajar yang
sebaik-baiknya. Ada dua faktor yang mempengaruhi prestasi akademik seseorang, yaitu faktor internal/pribadi dan
eksternal/lingkungan (Gage & Berliner, 1992; Winkel, 1997).
2.3.1 Faktor Internal
Faktor internal adalah faktor-faktor yang berasal dari
individu anak itu sendiri yang meliputi:
1. Inteligensi
Taraf inteligensi seseorang dapat
tercermin dalam prestasi sekolahnya di semua mata pelajaran (Winkel, 1997).
Jadi, ada korelasi antara inteligensi dengan kesuksesan di sekolah (Gage &
Berliner, 1992).
Peserta didik dengan taraf inteligensi
yang tinggi diharapkan dapat mencapai prestasi belajar yang lebih baik
dibandingkan peserta didik yang memiliki taraf inteligensi yang lebih rendah.
Namun inteligensi bukan satu-satunya faktor penentu keberhasilan prestasi
akademik karena masih ada faktor lainnya seperti motivasi dan kepribadian serta
faktor eksternal.
2. Motivasi
Winkel (1997) mengatakan bahwa motivasi
merupakan daya penggerak yang menjadi aktif pada saat-saat tertentu di mana ada
kebutuhan untuk mencapai tujuan. Sedangkan Gage dan Berliner (1992) menjelaskan
bahwa motivasi adalah sesuatu yang menggerakkan individu dari perasaan bosan
menjadi berminat untuk melakukan sesuatu. Tercakup di sini adalah motivasi
untuk mencapai kelulusan dan motivasi untuk melanjutkan ke pendidikan yang
lebih tinggi Sukadji (2000). Motivasi merupakan tenaga dorong selama tahapan
proses belajar yang berfungsi untuk (Sukadji, 2000):
1.Mencari dan menemukan informasi mengenai hal-hal yang dipelajari
2.Menyerap informasi dan mengolahnya
3.Mengubah informasi yang didapat ini
menjadi suatu hasil (pengetahuan, perilaku, keterampilan, sikap, dan
kreativitas.
Secara umum, motivasi terbagi menjadi
motivasi internal dan eksternal.
Motivasi internal mengacu pada diri
sendiri, misalnya kegiatan belajar dihayati dan merupakan kebutuhan untuk
memuaskan rasa ingin tahu. Motivasi eksternal mengacu pada faktor di luar
dirinya. Siswa dengan motivasi eksternal akan membutuhkan adanya pemberian
pujian atau pemberian nilai sebagai hadiah atas prestasi yang diraihnya (Djiwandono,
2002). Kedua komponen ini bersifat kontekstual, artinya ada pada seseorang
sehubungan dengan suatu kegiatan yang dilakukan. Oleh karena itu motivasi dapat
berubah sesuai dengan waktu.
Menurut McLelland dan Atkinson (dalam
Djiwandono, 2002), motivasi yang paling penting dalam psikologi pendidikan
adalah motivasi berprestasi, di mana seseorang cenderung berjuang untuk
mencapai sukses atau memilih suatu kegiatan yang berorientasi untuk tujuan
sukses.
3. Kepribadian
Kepribadian merupakan suatu organisasi
yang dinamis dari sistem psikofisik seseorang yang menentukan bagaimana
individu dapat menyesuaikan diri secara unik dengan lingkungannya (Allport
dalam Hurlock, 1978). Kepribadian dapat berubah dan dimunculkan dalam bentuk
tingkah laku. Organisasi adalah hubungan antar traits yang selalu berubah dan
diwujudkan dalam bentuk traits-traits yang dominan. Sedangkan sistam psikofisik
adalah kebiasaan-kebiasaan, sikap-sikap, nilai-nilai, kepercayaan-kepercayaan,
keadaan emosi dan dorongan-dorongan. Sistem inilah yang akan mendorong
seseorang untuk menentukan penyesuaian dirinya sebagai hasil belajar atau
pengalaman.
3.2.2 Faktor Eksternal
1. Lingkungan rumah
Lingkungan rumah terutama orang tua,
memegang peranan penting serta menjadi guru bagi anak dalam mengenal dunianya.
Orang tua adalah pengasuh, pendidik dan membantu proses sosialisasi anak. Utami
Munandar (1999) mengatakan bahwa semakin tinggi tingkat pendidikan orang tua,
maka semakin baik prestasi anak. Termasuk juga sejauh mana keluarga mampu
menyediakan fasilitas tertentu untuk anak (televisi, internet, dan buku
bacaan).
2. Lingkungan sekolah
Menurut Ormrod (2006) lingkungan sekolah
yang baik adalah lingkungan yang nyaman sehingga anak terdorong untuk belajar
dan berprestasi. Ada beberapa karakteristik lingkungan sekolah yang
nyaman sebagai tempat belajar (Burstyn & Stevens dalam Ormrod, 2006) ,
yaitu:
1. Sekolah mempunyai komitmen untuk mendukung semua usaha
murid agar sukses baik dalam bidang akademik maupun sosial.
2. Adanya kurikulum yang menantang dan terarah
3. Adanya perhatian dan kepercayaan murid serta orang tua terhadap sekolah
4. Adanya ketulusan dan keadilan bagi semua murid,
baik untuk murid dengan latar belakang keluarga yang berbeda, beda ras maupun
etnik
5. Adanya kebijakan dan peraturan sekolah yang jelas. Misalnya panduan
perilaku yang
baik, konsekuensi yang konsisten, penjelasan yang jelas, kesempatan
menjalin interaksi
sosial serta kemampuan menyelesaikan masalah.
6. Adanya partisipasi murid dalam pembuatan kebijakan sekolah
7. Adanya mekanisme tertentu sehingga siswa dapat
menyampaikan pendapatnya secara terbuka tanpa rasa takut
8.Mempunyai tujuan untuk meningkatkan perilaku
prososial seperti berbagi informasi, membantu dan bekerja sama
9.Membangun kerja sama dengan komunitas keluarga dan masyarakat
10.Mengadakan kegiatan untuk mendiskusikan isu-isu
menarik dan spesial yang berkaitan dengan murid
Sedangkan di kelas, sebaiknya kelas cukup besar dengan
jumlah murid yang tidak terlalu banyak sehingga guru dapat memonitor setiap
siswa. Kelas yang baik dan produktif adalah kelas yang nyaman secara tata
ruang, memunculkan motivasi internal siswa untuk belajar, kegiatan guru yang
terarah serta kegiatan monitor terhadap siswa (Gage & Berliner, 1992).
BAB
III
PENGAMBIALAN
DATA
3.1 Objek Penelitian
Pengertian
dari objek penelitian menurut Hussein Umar (2013:303) menerangkan bahwa:
“Objek
penelitian menjelaskan tentang apa dan atau siapa yang menjadi obyek penelitian
jugadimana dan kapan penelitian dilakukan. Bisa juga ditambahkan hal-hal lain
jika dianggap perlu.”
Objek yang
akan kami teliti adalah pengaruh minat dan bakat terhadap prestasi
mahasiswa.Penelitian ini akan menjelaskan apakah bakat dan minat mhasiswa
jurusan Teknik Industri di Universita Gunadarma sudah sesuai atau tidak dengan jurusan yang mereka jalani sekarang
dilihat dari indeks prestasi yang mereka dapat di semester 1.
3.2 Subjek Penelitian
Subjek
penelitian yang kami ambil adalah mahasiswa Gunadarma jurusan Teknik Industri
kelas 1ID07 sebanyak 30 orang dari latar belakang
jurusan di SMA yang berbeda.
3.3 Tempat dan Waktu Penelitian
Tempat yang kami gunakan untuk
menyebarkan angket di Universitas Gunadarma ruanganD646 pada tanggal 12 Juni
2015.
3.4Metode Penelitian
Metode
penelitian yang kami gunakan adalah
kuantitatif dengan pertanyaan terbuka
dalam
sebuah angket.
QUESTIONER
NAMA LENGKAP :
KELAS :
JURUSAN :
TANGGAL PENGISIAN :
Sebelumnya,
kami ucapkan banyak terimakasih karena anda telah meluangkan waktunya untuk
menjawab quisioner ini dengan sejujur-jujurnya. Partisipasi teman semua sangat
berarti untuk kami.
1. Apa
jurusan anda saat berada di Sekolah Menengah Atas/ Sederajat?
2. Mata
pelajaran apa saja yang paling anda sukai dan tidak sukai saat di
SMA/Sederajat?
a. Di
suka :
b. Tidak
di suka :
3. Secara
keseluruhan, mata pelajaran apa yang mendapatkan nilai tertinggi saat di
SMA/Sederajat?
4. Menurut
anda, apakah bakat yang anda miliki? Atau berkompeten pada bidang apakah diri
anda?
a. Akademik
:
b. Non
Akademik :
5. Saat
tes masuk Perguruan Tinggi, jurusan apa yang anda pilih/ inginkan?
6. Apakah
dalam memilih jurusan yang sedang anda jalani sekarang adalah murni keinginan
sendiri? Jika tidak, apa alasannya?
7. Apakah
anda merasa mampu dan menguasai materi dalam mengikuti setiap perkuliahan?
8. Mata
kuliah apa yang paling anda sukai? Dan nilai apa yang anda dapatkan pada
semester satu di mata kuliah tersebut?
9. Mata
kuliah apa yang paling anda tidak sukai atau dianggap sulit? Dan nilai apa yang
anda dapatkan pada semester satu di mat kuliah tersebut?
10. Berapa
kah IP (Indeks Prestasi) anda pada semester satu?
Terima
kasih atas partisipasi dan kejujurannya.
BAB
IV
PEMBAHASAN
Berdasarkan
hasil kuisioner yang telah dibagikan kepada 30 subjek penelitian, dapat
dipersentasikan sebagai berikut, yang didasarkan sesuai dengan nomer
pertanyaan,
- Dari 30 mahasiswa didapatkan bahwa dikelas 1ID07 didominasi oleh jurusan IPA saaat dibangku SMA, yaitu sebanyak 28 orang (93%), sedangkan 2 orang lainnya berasal dari SMK (7%). Dan tidak ada satupun mahasiswa yang berasal dari jurusan IPS.
- Mata pelajaran yang paling disukai saat SMA dari kelass 1ID07 adalah mata pelajaran eksak. Hal ini dibuktikan dari jumlahnya yaitu sebanyak 21 orang (70%) dan 8 orang yang meyukai pelajaran noneksak (30%).
- Secara keseluruhan, mata pelajaran dengan nilai tertinggi pada saat di bangku SMA yang didapat oleh mahasiswa TI kelas 1ID07 adalah mata pelajaran eksakta dengan jumlah mahasiswa 22 orang (73,3%) dan sisanya adalah nilai tertinggi di mata pelajaran non eksakta dengan jumlah mahasiswa sebanyak 8 orang (26,7%).
- Bakat dibidang akademik banyak dimiliki oleh mahasiswa TI kelas 1ID07 dibandingkan bakat di bidang non akademik. Sebanyak 21 mahasiswa memiliki bakat di bidang akademik terutama dimata pelajaran eksakta (70%), sedangkat sisanya 9 mahasiswa memiliki bakat di bidang non akademik (30%).
- Saat tes masuk Peguruan Tinggi, jurusan yang banyak dipilih adalah bukan jurusan TI, tetapi beberapa mahasiswa yang memilih jurusan TI. Sebanyak 13 orang memilih jurusan TI saat tes masuk PT yang menandai bahwa jurusan yang mereka pilih dengan jurusan yang sekarang mereka sandang adalah sesuai (43,3%), sisanya sebanyak 17 orang tidak memilih jurusan TI saat tes masuk PT sehingga hal ini membuktikan bahwa jurusan yang mereka inginkan atau pilih tidak sesuai dengan jurusan yang mereka sandang saat ini (56,7%).
- Dalam memilih jurusan yang sedang mereka jalani sekarang kebanyakan dari mahasiswa TI 1ID07 adalah murni pilihan mereka sendiri tanpa paksaan dari pihak manapun dengan jumlah mahasiswa sebanyak 22 orang (73,3%) , sedangkat sisanya menyatakan tidak murni dengan alasan orang tua mereka yang mengatakan bahwa mereka harus memilih jurusan TI dengan jumlah mahasiswa sebanyak 8 orang (26,7%).
- Secara keseluruhan mahasiswa dari kelas 1ID07 merasa mampu dalam mengikuti perkuliahan yang dijalankan. Dari 30 mahasiswa 25 orang merasa mampu mengikuti perkuliahan (83,3%) sedangkan 5 orang lainnya merasa tidak mampu dalam mengikuti perkuliahan (16,7%).
- Rata-rata mahasiswa dari kelas 1ID07 mendapatkan nilai bagus dimata kuliah yang mereka sukai. Sebanyak 27 orang mendapatkan nilai yang bagus dimata kuliah yang mereka sukai, yang menandai bahwa nilai yang mereka dapatkan sesuai dengan minat atau mata kuliah yang memamng mereka sukai (90%), sisanya 3 orang mendapatkan nilai yang tidak bagus sehingga tidak sesuai dengan minat atau kesukaannya pada mata kuliah tersebut (10%).
- Mahasiswa dari kelas 1ID07 banyak mendapatkan nilai yang kurang dimata kuliah yang memang tidak mereka sukai tetapi cukup banyak dari mereka yang mendapatkan nilai bagus dimata kuliah yang mereka tidak sukai. Sebanyak 19 orang dikatakan sesuai antara nilai yang mereka dapatkan dimata kuliah yang mereka tidak sukai (63,3%) dan sisanya 11 orang dikatakan tidak sesuai karena nilai yang mereka dapatkan cukup baik dimata kuliah yang tidak mereka sukai (36,7%).
- Mahasiswa yang berada di kelas 1ID07 memiliki IP rata-rata dibawah 3.00 atau kurang baik. Dengan jumlah 26 orang yang mendapat IP baik atau IP diatas 3.00 (86,7%) dan 4 orang dengan IP dibawah 3.00 atau kurang baik (13,3%).
Setelah
disimpulkan dari 10 pertanyaan diatas, kami mengelompokkan subjek kedalam dua
kategori, yang pertama adalah kategori berprestsi tinggi dengan Indeks Prestasi
diatas 3.00 dihubungkan dengan kecocokan
minat dan bakat yang mereka pilih yaitu didapatkan bahwa 26 orang dengan
persentase (86,7 %) memiliki prestasi yang tinggi .Dapat dikatan bahwa mereka
yang memiliki Indeks Prestasi tinggi dikarenakan minat dan bakat mereka sesuai
dengan jurusan yang mereka pilih di Perguruan Tinggi yaitu Teknik Industri.
Umumnya mereka yang IP nya tinggi memiliki kemampuan dan minat yang bagus
terhadap mata pelajaran eksakta. Tapi ada sebagian dari mereka yang awalnya
ingin masuk jurusan lain, IP yang mereka peroleh tetap bagus hal ini disebabkan
karena mereka bisa menyesuaikan diri dan belajar dengan rajin sehingga mereka
bisa memperoleh nilai yang bagus.
Kategori
kedua yaitu kategori prestasi rendah dengan Indeks Prestasi dibawah 3.00
dihubungkan dengan kecocokan minat dan bakat yang mereka pilih yaitu didapatkan
4 orang dengan persentase 13,3 % yang memiliki IP dibawah 3.00 .Setelah di
hubungkan jawaban yang mereka tulis bisa disimpulkan bahwa yang meiliki Indeks
Prestasi rendah karena ketidaksesuaian minat dan bakat mereka terhadap jurusan
yang mereka pilih. Dari 4 orang ini mereka lebh menyukai mata pelajaran non
eksakta saat di Sekolah Menengah Atas dan nilai-nilai mata pelajaran Non
Eksakta mereka juga lebih bagus.Akibatnya mereka mengalami kesulitan untuk
mengikuti mata kuliah yang ada di Jurusan Teknik Industri dari 4 orang ini mereka
mengatakan tidak sanggup dijurusan ini.
Seperti
yang telah dijelaskan pada bagian diatas tadi bahwa banyak sekali hal-hal yang
dapat mempengaruhi prestasi, salah satunya motivasi. Mereka yang memiliki IP
diatas 3.00 umumnya menyukai jurusan dan mata kuliah yang mereka pelajari.
Sedangkan mereka yang memiliki IP dibawah 3.00 umumnya tidak mempunyai minat
untuk masuk dijurusan yang mereka pilih.Ini tentu berpengaruh terhadap motivasi
belajar mereka. Bagi yang memang
menyukai jurusan Teknik Industri mereka akan nyaman dan belajar dengan giat
walaupun mengalami kesulitan. Sedangkan mereka yang kurang atau tidak minat
dengan jurusan Teknik Industri memiliki motivasi yang kurang terhadap dirinya
sendiri, biasanya akanmasa bodoh dengan pelajaran yang ada atau jika mereka
kurang mengerti dibiarkan saja.
BAB
V
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Dari data yang sudah dikumpulkan dari mahasiswa 1ID07 dan setelah
kami persentasekan hasil dari jawaban kuesioner yang telah kami berikan, dapat
disimpulkan bahwa sebagian besar mahasiswa jurusan Teknik Industri Universitas
Gunadarma yang sample kami ambil adalah mahasiswa 1ID07 sudah sesuai dengan
bakat serta minatnya, karena dapat dilihat dari prestasi yang diraih lewat
Indeks Prestasi (IP) yang cukup tinggi.
5.2 Saran
Sebaiknya
dalam pemilihan jurusan diperguruan tinggi harus lebih dipikirkan apakah
jurusan yang akan dipilih sesuai dengan minat dan bakat.Sebelum itu kita harus
mengenali potensi diri kita, dan dalam memilih jurusan jangan ikut-ikutan teman
atau ada unsur keterpaksaan karena nantinya jika sudah menjalani perkuliahan
seseorang bisa saja tidak focus dalam menerima pelajaran, akibatnya akan
berdapak pada prestasi mereka diakhir semester. Bagi orang tua sebaiknya jangan
memaksakananak untuk memilih jurusan yang tidak disukai anak.Orang tua juga
harus bisa mengenali bakat dan minat anak kemana mereka lebih cendrung
berprestasi dibidang apa.
DAFTAR PUSTAKA
Basuki Heru. 2008. Psikologi Umum. Jakarta: Universitas Gunadarma
Anastasi,
A. Differential Psychology, New York: MacMillan, 1958
Bingham, W
Van D. Aptitude and Aptitude Testing, New York: Harper,
1937
Ferguson,
G.A. On learning and human ability, Canadian Journal of Psychology,
1954,8,
95-112.
Komentar
Posting Komentar