ALIRAN PSIKOLOGI DENGAN KESEHATAN MENTAL



KESEHATAN MENTAL
NOVIA FRIDAYANTI
18514050
2PA01


1.   Aliran Psikoanalisa

Psikoanalisis merupakan satu sistem dinamis dari psikologi, yg mencari akar-akar tingkah laku manusia di dalam motivasi dan konflik yg tidak di sadari. Tokoh pendirinya adalah Sigmund Freud (1856-1939). Selain Freud, ada beberapa orang yg di pandang sebagai pengikut aliran psikoanalisis diantaranya: Alfred Adler, Carl Jung, Karen Horney, Erich Fromm, dan Harry Stack Sullivan.
Profesor Sigmud Freud merupakan psikoanalis yang mengembangkan system psikoanalisanya ketika ia menelitin gangguan ringan yang menjerus pada penyakit kejiwaan seperti hysteria dan neurosis kompulsi. Psikoanalisa selalu dapat menunjukkan bahwa gangguan-gangguan ini terkait dengan masalah konflik tertentu yang sedang dihadapi oleh sang penderita. Ia percaya bahwa dorongan yang ada di manusia adalah dorongan agresi dan seks. Karena itu Freud meyakini hal mengenai tingkat kesadaran mental yang terdiri dari unconscious, preconscious, dan conscious. Selain itu Freud juga memaparkan bahwa ada bagian yang paling primitive dari pikiran adalah Id, ego, dan superego.

(Freud’s Ice Berg Theory)
Freud mengumpamakan pikiran manusia sebagai fenomena gunung es. Bagian kecil yang nampak diatas permukaan air menggambarkan pengalaman sadar, bagian yang jauh lebih besar di bawah permukaan air yang menggambarkan ketidaksadaran seperti impuls, ingatan, nafsu dan hal lain yang mempengaruhi pikiran dan perilaku.
Tingakatan kesadaran mental menurut Freud adalah:
a.   Ketidaksadaran (Unconsious) yang merupakan tempat bagi segala desakan, dorongan, ataupun insting yang tak kita sadari tapiternyata mendorong perkataan, perasaan, dan tindakan kita.
b.    Alam Bawah Sadar (Preconscious) yang memuat semua elemen yang tak disadari, tetapi bisa muncul dalam kesadaran dengan cepat atau agak sukar.
c.   Alam Sadar (conscious) sebagai elemen-elemen mental yang setiap saat berada dalam kesadaran.
Selain itu, menurut Freud terdapat wilayah pikiran, yaitu:
a.      Id atau Das Es adalah wilayah yang primitive, kacau, bersifat amoral, tidak logis, dan tak terjangkau oleh alam sadar yang semata-mata dicurahkan untuk memperoleh kepuasan sehingga disebut sebagai prinsip kesenangan (pleasure principle).
b.   Ego atau Das Ich adalah satu-satunya yang memiliki kontak dengan realita. Ego ini mengambil peran eksekutif atau pengambil keputusan dari kepribadian karena ego dikendalikan oleh prinsip kenyataan (reality principle).
c.    Superego atau Das Ueber merupakan wilayah pikiran yang yang mewakili aspek-aspek moral dan ideal dari kepribadian serta dikendalikan oleh prinsip prinsip moralistis dan idealis (moralistic and idealistic principles).
Lalu Freud juga mengemukakan bahwa ego dapat membngun mekanisme perthanan dengan tujuan  agar kita tidak perlu menghadapi ledakan-ledakan seksual dan agresif secara langsung dan untuk mmempertahankan diri-sendiri arikecemasan yang mengikuti dorongan-dorongan tersebut. mekanisme perthanan menurut Frud ada beberapa seperti represi, regresi, sublimasi, rasionalisasi, reaksi formasi, displacement, dll.
Lalu bagaimana kosep kesehatan mental menurut teori Freud? Setelah membaca teori Freud terdapat beberapa simpulan mengenai konsep kesehatan mental tersebut, yaitu:
a)     Apa yang disebut sehat menurut Freud salah satunya adalah ego dapat menyelaraskan atau mengontrol keinginan Id maupun superego sehingga seseorang tersebut dapat menjalankan kehidupan sesuai keinginannya namun dapat menyesuaikan diri juga dengan moral atau kenyataan yang ada. Karena apabila ego seseorang tidak dapat mengontrol Id, ia tidak akan puas mencari kesenangan walaupun hal tersebut dianggap tidak sesuai dengan moral yang ada contoh nya seperti melakukan seks secara bebas, tidur seharian tanpa beraktivitas yang lainnya, bermain game berjam-jam, dsb. Atau karena ego seseorang itu tak mampu mengontrolwilayah pikiran yang selalu mengutamakan superego dan sangat menekan Id, sehingga orang tersebut kemungkinan akan sangat super perfectionist dan menjadi orang yang selalu taat akan moralitas yang ada di masyarakat dan menjadi membosankan sehingga ia kebutuhan lainnya dapat terabaikan.
b)   Konsep kesehatan mental lainnya berdasakan teori Freud yaitu, seseorang dikatakan “tidak sehat” karena ia melakukan mekanisme pertahanan (Represi, proyeksi, denial, regresi, dll) ini dikarena kan sseorang menekankan pengalaman yang tidak menyenangkan terhadap dirinya sehingga masuk ke ketidaksadaran dan di ekspresikan melalui mekanisme pertahanan tadi sebagai pembelaan terhadap ego ny sendiri. Itulah kenapa Perlu di ketahui bahwa mekanisme pertahanan diri yang dimiliki oleh manusia merupakan sesuatu yang tidak di sadari dan merupakan rasa bersalah atau penghukuman diri.
c)   Dan dialiran ini pula seseorang yang sehat mentalnya adalah seseorang yang mampu mencapai superioritasnya sebagai kompensasi dari rasa inferior yang ada dalam dirinya namun tetap memiliki minat sosial yang tinggi, hal ini diutarakan dalam teori Alfred Adler sebagai salah satu tokoh psikodinamika yang pertama kali mencetuskan psikologi individual.



2.   Humanistik-Eksistensial
Teori humanistik berkembang sekitar tahun 1950-an sebagai teori yg menentang teori-teori psikoanalisis dan behavioristik. Serangan humanistik terhadap dua teori ini, adalah bahwa kedua-duanya bersifat   “dehumanizing” (melecehkan nilai-nilai manusia). Teori humanistik dipandang sebagai “third force” (kekuatan ketiga) dalam psikologi. Humanistik dapat di artikan sebagai orientasi teoretis yg menekankan kualitas manusia  yang unik, khususnya terkait dengan free will (kemauan bebas) dan potensi untuk mengembangkan dirinya. Abraham Maslow (1908-1970) dapat dipandang sebagai bapak dari Psikologi Humanistik. Selain Abraham Maslow, tokoh humanistic lainnya ada seperti Viktor Frankl, Carl Rogers, Gordon Allport, dll. Gerakan ini memfokuskan penelitiannya pada manusia dengan ciri-ciri eksistensinya. Pendekatan aliran ini juga dibuet sebagai memanusiakan manusia.
Teori Maslow dibuat berdasaran beberapa asumsi dasar mengenai motivasi. Pertama, Maslow mengadopsi sebuah pendekatan menyeluruh pada motivasi (holistic approach to motivation), yaitu, keseluruhan dari seseorang, bukan hanya satu bagian atau fungsi. Kedua, motivasi biasanya kompleks atau terdiri dari beberapa hal (motivation is usually complex) yang berarti bahwa tingkah laku seseorang dapat muncul dari beberapa motivasi yang terpisah. Ketiga, orang-orang berulang kali termotivasi oleh kebutuhan-kebutuhan (people are continually motivated by one need or another). Keempat, Maslow berasumsi bahwa semua orang di manaun termotivasi oleh kebutuhan dasar yang sama (all people everywhere are motivated by the same basic needs). Dan yang terakhir, bahwa kebutuhan-kebutuhan dapat dibentuk menjadi sebuah hierarki seperti gambar dibawah ini.
                     (Hierarki Kebutuhan Maslow)


Maslow beranggapan bahwa pada hierarki kebutuhan ini, kebutuhan-kebutuhan di level rendah harus terpenuhi lebih dulu sebelum kbutuhan-kebutuhan di level yang lebih tinggi menjadi hal yang memotivasi. Jadi, hierarki tertinngi menurut Maslow adalah saat manusia dapat mencapai aktualisasi diri nya (self actualization). Adapun kriteria untuk aktualisasi diri selain mampu memenuhi kebutuhan-kebutuhan dasar, diantaranya adalah mereka yang bebas dari psikopatologi atau penyakit psikologis, mampu menjunjung tinggi nilai-nilai B “Being”  yaitu nilai-nilai di level tinggi/metamotivasi (Kesempurnaan, kelengkapan, keadilan, kesederhanaan, totalitas, membutuhkan usaha, humor, kemandirian, kejujuran, kebaikan, keindahan, keutuhan, perasaaan hidup, dan keunikan). Akibat jika tidak terpenuhinya salah satu dari nilai-nilai B akan berakibat pada metapatologi, atau kurangnya filosofi hidup yang bermakna.
Jadi, menurut teori humanistik, dapat dikatakan bahwa seseorang yang mempunyai kehidupan yang sehat adalah yang mampu memenuhi kebutuhan-kebutuhan dasar nya sehingga ia mampu mencapai level tertinggi yaitu self-actualization. Oleh karena itu kesehatan mental menurut aliran humanistic ini adalah adanya kesadaran manusia terhadap potensi-potensi kebebasannya untuk mencapai apa yang ia kehendaki dengan cara yang dipilihnya. Dengan kata lain, bahwa orang yang sehat mentalnya adalah orang yang sadar akan yang dimilikinya, kemudian secara bebas ia dapat mengembangkan sesuai dengan kehendaknya sehingga ia akan meraih ke-eksistensiannya di dunia ini. Juga orang yang sehat mental nya adalah seseorang yang mampu menjunjung tinggi dan mengaplikasikan nilai-nilai B sebagai metamotivasi yang artinya nilai motivasi yang paling tinggi.
Selain itu, salah satu tokoh humanistik, Gordon Allport berpendapat bahwa kepribadian yang sehat tidak dibimbing oleh kekuatan-kekuatan tak sadar atau pengalaman masa kanak-kanak seperti yang diungkapkan Freud, melainkan saat seseorang memiliki dorongan karena mempunyai rencana-rencana atau instensi untuk masa depan. Sehingga orang yang sehat dapat didorong ke depan oleh suatu visi masa depan dan visi itu (dengan tujuan-tujuan yang khusus) mempersatukan  kepribadian  dan membawa orang itu pada tingkat-tingkat tegangan yang bertambah.
Dan berarti orang yang tidak sehat adalah mereka yang mempunyai motivasi devisit, orang-orang ini mempunyai frustasi, rasa tidak puas dan ketegangan yang tinggi, dan belum mampu memenuhi kebutuhan-kebutuhan dasarnya.


Daftar Pustaka:
Schultz Duane.1997. Growth Psychology : Models of the Healthy Personality. New York: D. Van Nostrand Company. Oleh: Drs. Yustinus, Msc., OFM
Feist J., Feist G. 2010. Theories of Personality. USA: Mc Graw Hill. Oleh: Handriatno
Kleinmann Paul. 2012. Psych 101: A Crash Course in The Science of The Mind. United States of America: Adams Media



Komentar

Postingan populer dari blog ini

PSIKOTERAPI : Cognitive Behavioral Therapy

Hai!

#3 Kepribadian Menurut Erich Fromm