Definisi Komunikasi - Dimensi Komunikasi - Peran Psikologi Manajemen dalam Organisasi
DEFINISI KOMUNIKASI
Manusia secara fitrahnya sebagai makhluk sosial senantiasa ingin
berhubungan dengan manusia lainnya, ingin mengetahui lingkungan sekitar, bahkan
ingin mengetahui apa yang terjadi dalam dirinya. Rasa ingin tahu ini memaksa
manusia untuk berkomunikasi. Komunikasi berasal dari kata communicatio dan communis yang artinya adalah sama makna, sama arti, atau sama
maksud. Ada beberapa pendapat para ahi mengenai definisi komunikasi,
diantaranya adalah:
-
Bernard Barelson dan Garry A. Sainer, komunikasi
adalah penyampaian informasi, gagasan, emosi, dan keterampilan dengan
menggunakan lambang-lambang, kata-kata, gambar, bilangan, maupun grafik.
- Gerral A. Miller, pada pokoknya komunikasi
mengandung situasi keprilakuan sebagai minat sentra dimana seseorang sebagai
sumber menyampaikan suatu pesan kepada seseorang atau sejumlah penerima yang
secara sadar bertujuan mempengaruhi perilakunya.
- Weaver, menurutnya komunikasi adalah seluruh
prosedur melalui pikiran seseorang yang dapat mempengaruhi pikiran orang lain.
- Menurut Ruslan, komunikasi sendiri
merupakan proses penyampaian informasi dan pengertian dari satu orang ke orang
lain, dan proses komunikasi merupakan satu – satunya cara mengelola aktivitas
dalam suatu organisasi
Menurut
Deddy Mulyana dalam bukunya, Komunikasi
sendiri mempunyai banyak tujuan antara lain untuk mendukung identitas diri,
membangun kontak sosial dengan orang sekitar, menyelesaikan tugas – tugas,
memupuk hubungan dengan orang lain
Menurut Harold D. Lasswell,
seorang peletak dasar ilmu komunikasi menyebutkan ada tiga fungsi dasar mengapa
manusia perlu berkomunikasi, yaitu hasrat manusia untuk mengontrol
lingkungannya, upaya manusia untuk dapat beradaptasi dengan lingkungan, dan
upaya manusia untuk melakukan transformasi warisan sosialisasinya. Ketiga
fungsi ini yang menjadi patokan dasar bagi setiap individu dalam berhubungan
dengan sesama anggota masyarakat. Sehingga saat ini keberhasilan dan kegagalan
seseorang dalam mencapai sesuatu yang diinginkan termasuk karir, banyak
ditentukan oleh kemampuan berkomunikasi.
Jadi,
dari beberapa pendapat ahli diatas dapat
saya simpulkan bahwa komunikasi adalah kegiatan penyampaian informasi
meelalui pikiran seseorang baik menggunakan bahasa/gambar yang secara sadar
atau pun tidak dapat mempengaruhi perilaku orang lain untuk memenuhi hasrat
manusia itu sendiri untuk saling beradaptasi dan mengetahui lingkungannya.
DIMENSI KOMUNIKASI
Berdasarkan
dari sumber yang saya dapatkan, dimensi komunikasi dibagi menjadi empat, yaitu:
- Dimensi
Isi,
yaitu dapat dianggap sebagai apa yang akan disampaikan atau konten dari informasi
yang disampaikan kepada orang lain. Contohnya saja, saat seseorang sedang
berada di toko baju dengan temannya, kemungkinan besar isi percakapan atau
komunikasi mereka adalah tentang fashion terkini atau biasanya dia akan
membicarakan mengenai informasi dirinya sendiri seperti warna ataupun model
kesukaannya.
- Dimensi
Kebisingan (noise), adalah
suatu kemungkinan munculnya suara lain (noise)
yang akan menghambat (distract)
kelancaran penyampaian informasi sehingga bisa saja terjadi kesalah pahaman dalam
menerima atau menyimpulkan informasi. Contohnya saat Adi berbicara lewat
telepon ditempat ramai pada Dina, kemudia Dina kesulitan memahami informasi apa
yang diberikan Adi sehingga ia hanya akan berkata “Iya” tanpa betul-betul
memahami perkataan Adi, yang mungkin sebenernya adalah sangat penting. Dalam
hal ini, noise ini dapat dibagi
menjadi tiga, yaitu:
a. external noises,
yaitu kebisingan yang ditimbulkan oleh lingkungan luar seperti bunyi radio,
kereta api, dan suara keramaian sehingga dapat mendistorsi hal yang akan
disampaikan oleh si penyampai
informasi.
b. internal noises, yaitu
kebisingan atau gangguan yang disebabkan oleh hal yang ada dalam diri
seseorang, seperti masalah psikologis, jet lag, kurang memperhatikan, stereotype,
atau permasalahan pada telinganya sehingga informasi yang disampaikan akan
bias.
c. semantic noises, yaitu
kebisingan atau gangguan yang disebabkan oleh keterbatasan fungsi bahasa. Seperti
buruknya kemampuan grammar seseorang
atau terlalu banyaknya informasi yang disampaikan sehingga bisa terjadi
kesalahpahaman pengartian informasi.
- Dimensi
Jaringan Komunikasi, adalah sampai sejauh mana seseorang
mampu meluaskan jaringan komunikasinya sehingga dapat memudahkan kelancaran
komunikasinya tidak hanya kepada satu orang melainkan ke beberapa orang
sekaligus, diantaranya ada komunkasi yang menggunakan jaringan satelit. Contoh
yang sangat banyak digunakan pada jaman sekarang, khususnya oleh generasi Z
adalah media sosial, yang mencakup Line, Whatsapp, BBM, elektronik mail, dsb
dimana sangat memudahkan seseorang menyampaikan dan mendapatkan informasi
secara mudah dan cepat, sehingga komunikasi pun berjalan lancar.
- Dimensi
Arah,
maksudnya disini adalah bahwa komunikasi dibagi menjadi dua, yaitu komunikasi
satu arah dan komunikasi dua arah. Komunikasi satu arah terjadi saat seseorang
menyampaikan informasi kepada orang lain tanpa ada timbal balik dia mendapat
informasi dari orang lain tersebut, contohnya saat seorang klien berbicara pada
konselornya. Sedangkan komunikasi dua arah terjadi saat dua orang atau lebih
berkomunikasi terjadi tibal-balik sehingga keduanya bisa menyampaikan dan
mendapatkan informasi satu sama lain.
PERAN PSIKOLOGI MANAJEMEN DALAM
ORGANISASI
Sebelum
kita mengetahui apa itu peran dari psikologi manajemen dalam organisasi, ada
baiknya kita mengetahui lebih dulu apa itu manajemen dan organisasi.
Menurut
Stoner, Manajemen adalah proses
perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan usaha-usaha para
anggota organisasi dan penggunaan sumber daya organisasi lainnya agar mencapai
tujuan yang telah ditetapkan. Sedangkan menurut Nickels, McHugh and McHugh (1997), manajemen adalah sebuah proses
yang dilakukan untuk mewujudkan tujuan organisasi melalui rangkaian kegiatan
berupa perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian orang-orang
serta sumber daya organisasi lainnya. Dan menurut Ernie & Kurniawan (2005), manajemen adalah seni atau proses
dalam menyelesaikan sesuatu yang terkait dengan pencapaian tujuan. Jadi, saya dapat menyimpulkan bahwa manajeman
adalah proses menyelesaikan sesuatu dengan penggunaan perencanaan, pengarahan,
dan pengkondisian sumber daya dalam suatu organisasi sehingga dapat tercapainya
suatu tujuan tertentu.
Lalu,
pengertian organisasi menurut Tossi,
Rizzo dan Carroll (1994) mengatakan bahwa “…a group of people, working
toward objectives, which develops and maintains relatively stable and
predictable behavior pattern, even though the individuals in the organization
may change. usually we desribe organizations in terms of how ther differ on
three dimensions: complexity, formalization, and centralization.” Jadi dapat
disimpulkan bahwa organisasi itu adalah sekelompok orang yang bekerja untuk
mengembangkan kelompok tersebut, menjaga kestabilan, dan memprediksi apa yang
akan terjadi saat lingkungan dan SDM mulai berubah sehingga dapat mencapai
tujuan organisasinya.
Jadi, apa peran dari psikologi
manajemen dalam organisasi?
Tentu
saja kedua nya sangat berkaitan satu sama lain, terutama karena psikologi
merupakan ilmu yang mempelajari perilaku manusia, maka dapat dikatakan bahwa
peranan psikologi manajemen adalah untuk melakukan pengorganisiran terhadap
sumber daya manusia (SDM) yang ada dalam suatu organisasi atau perusahaan
tersebut demi membentuk SDM yang berkualitas, berkinerja tinggi, professional,
dan sesuai dengan apa yang dibutuhkan di perusahaan tersebut untuk mencapai
produktivitas yang semaksimal mungkin dengan menggunakan berbagai macam metode
sehingga visi dan misi organisasi itu dapat tercapai. Peran yang dilakukan oleh
psikologi manajemen dimulai dari seleksi dan recruitment, team building, sampai pemberhentian SDM tersebut. Kenapa psikologi
majemen dibutuhkan dalam organisasi? karena tanpa adanya manajemen pada SDM,
perusahaan tersebut akan kesulitan mengawasi dan mengkoordinir semua karyawan
sehingga akan menimbulkan kinerja yang buruk dan akan berdampak pada pendapatan
dan tidak tecapainya tujuan organisasi tersebut
Sumber:
Cangara, Hafied. 2009. Pengantar ilmu
komunikasi edisi revisi. Depok: PT Raja Grafindo Persada
Mulyana,
Deddy. 2010. Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar (Revisi). Bandung: PT Remaja
Rosdakarya
Ruslan, Rosady.
2006. Metode Penelitian Public Relations dan Komunikasi. Jakarta: PT.
Raja Grafindo Persada
Adler, Ronald B.
dan George Rodman. 2005. Understanding Human Communication. USA: OUP USA
http://e-journal.uajy.ac.id/4643/1/JURNAL.pdf



Komentar
Posting Komentar