PSIKOTERAPI: Peran Psikologi dalam Kehidupan Masyarakat
PSIKOTERAPI: Peran Psikoterapi
dalam kehidupan masyarakat
Novia Fridayanti (18514050)
3PA01
Psikoterapi adalah usaha penyembuhan untuk masalah yang berkaitan dengan pikiran, perasaan dan perilaku. Psikoterapi (Psychotherapy) berasal dari dua kata, yaitu "Psyche" yang artinya jiwa, pikiran atau mental dan "Therapy" yang artinya penyembuhan, pengobatan atau perawatan. Oleh karena itu, psikoterapi disebut juga dengan istilah terapi kejiwaan, terapi mental, atau terapi pikiran. Bila didefinisikan secara luas, Elvira (2005) mengatakan bahwa, psikoterapi merupakan cara-cara atau pendekatan yang mempergunakan teknik-teknik psikologik untuk menghadapi ketidakserasian atau gangguan mental.
Orang
yang melakukan psikoterapi disebut Psikoterapis (Psychotherapist). Seorang psikoterapis bisa dari kalangan dokter,
psikolog atau orang dari latar belakang apa saja yang mendalami ilmu psikologi
dan mampu melakukan psikoterapi. Ada tiga ciri utama psikoterapi, yaitu:
1.
Dari
segi proses : berupa interaksi antara dua pihak, formal, profesional,
legal dan menganut kode etik psikoterapi.
2.
Dari
segi tujuan : untuk mengubah kondisi psikologis seseorang, mengatasi masalah
psikologis atau meningkatkan potensi psikologis yang sudah ada.
3.
Dari
segi tindakan: seorang psikoterapis melakukan tindakan terapi berdasarkan ilmu
psikologi modern yang sudah teruji efektivitasnya.
Psikoterapi didasarkan pada fakta
bahwa aspek-aspek mental manusia seperti cara berpikir, proses emosi, persepsi,
believe system, kebiasaan dan pola perilaku bisa diubah dengan pendekatan
psikologis. Tujuan psikoterapi antara
lain:
1.
Menghapus,
mengubah atau mengurangi gejala gangguan psikologis.
2.
Mengatasi
pola perilaku yang terganggu.
3.
Meningkatkan
pertumbuhan dan perkembangan kepribadian yang positif.
4.
Memperkuat
motivasi klien untuk melakukan hal yang benar.
5.
Menghilangkan
atau mengurangi tekanan emosional.
6.
Mengembangkan
potensi klien.
7.
Mengubah
kebiasaan menjadi lebih baik.
8.
Memodifikasi
struktur kognisi (pola pikiran).
9.
Memperoleh
pengetahuan tentang diri / pemahaman diri.
10.
Mengembangkan
kemampuan berkomunikasi dan interaksi sosial.
11.
Meningkatkan
kemampuan dalam mengambil keputusan.
12.
Membantu
penyembuhan penyakit fisik.
13.
Meningkatkan
kesadaran diri.
14.
Membangun
kemandirian dan ketegaran untuk menghadapi masalah.
15.
Penyesuaian
lingkungan sosial demi tercapai perubahan dan masih banyak lagi.
Hal
ini berarti psikoterapi berperan dalam membantu
pasien untuk lebih memahami diri sendiri termasuk nilai dan tujuan hidup mereka,
baik itu di damping oleh terapis maupun oleh orang terdekat. Karena denga
psikoterapis seseorang dapat mengungkapkan banyak hal mengenai diri nya sendiri
sehingga seseorang akan mendapat ibsight
mengenai dirinya untuk di masa ini dan masa depan.
Psikoterapi juga berperan dalam mengajari pasien untuk memiliki keterampilan
dalam hidup yang sangat penting agar dapat meningkatkan hubungan pribadi mereka.
Contoh nya, saat seseorang memiliki suatu permasalahan mengenai
interpersonalnya dikarenakan memiliki kecenderungan social anxiety, maka saat melakukan psikoterapi dengan CBT, yaitu pasien
sedikit demi sedikit akan diubah pola pikir nya yang negatif menjadi lebih
positif dan melatih dirinya untuk lebih terbuka dan dapat menjalin hubungan baik
dengan orang lain sehingga kehidupan sehari-harinya tidak terganggu dan semakin
produktif.
Psikoterapis berperan untuk menolong pasien untuk menemukan solusi yang
dapat menangani masalah mereka, selain hal nya contoh yang telah dijelaskan,
banyak sekali permasalahan yang dapat dialami pasien. Untuk itu teknik psikoterapi
yang digunakan pun dapat menyesuaikan dengan permasalahan klien sehingga akar
masalah dan solusi nya dapat dicapai dengan tepat, baik itu lewat teknik alam
bawah sadar maupun observasi dan wawancara.
Tetapi dalam psikoterapi, baik nya
tidak hanya berperan dalam menyembuhkan saja. Tetapi juga dengan menolong pasien untuk mengerti masalah mereka
dan memahaminya dari sudut pandang yang berbeda. Contoh nya seperti tidak menyepelekan
pemasalahan klien, karena klien datang kepada terapis itu agar ingin dipahami.
Misal, seseorang mengalami depresi setelah putus cinta, mungkin di telinga
masyarakat awam terdengar cheesy dan
sepele tetapi tidak untuk terapis, sehingga terapis pun harus memposisikan diri
di sudut pandang klien, sehingga tidak akan terjadi judgemental ataupun bias.
Peran
psikoterapis yang terakhir dan paling penting adalah, seperti yang dijelaskan
di atas mengenai teknik dasar psikoterapi yaitu mendengarkan, empati, peduli,
dan memahami dapat membuat kesadaran di dalam masyarakat bahwa kesehatan mental,
walaupun tidak terlihat secara wujudnya, tetapi merupakan hal yang amat sangat
penting bagi kehidupan. Sehingga masyarakat dapat menjadi seorang ‘terapis’
untuk dirinya sendiri ataupun orang terdekat nya, dan agar tercapainya
kehidupan yang sejahtera karena masyarakat nya dapat memahami satu sama lain,
dan membantu dengan cepat seseorang yang mengalami kelainan dalam kesehatan
mentalnya.
Source:
Elvira, S. D. (2005). Kumpulan makalah psikoterapi. Jakarta:
Balai Penerbit FKUI
J., Prinstein, M. J., (2013). Clinical psychology. USA: Wadsworth,
Cengage Learning
Schultz, D. (1977). Growth psychology: models of healthy personality. New York: D. Van
Nostrand Company
www.Psikoterapis.com


Komentar
Posting Komentar