PSIKOTERAPI : Teori Cognitive Behavioral Therapy

Psikoterapi
Novia Fridayanti (18514050)
3PA01

Cognitive Behavioral Therapy (Terapi Kognitif Perilaku)

Psikoterapi merupakan cara-cara atau pendekatan yang menggunakan teknik psikologik untuk menghadapi ketidakserasian atau gangguan mental. Termasuk di dalamnya menggunakan metode psikologik seperti nasihat, persuasif, memberi informasi, dan memberi contoh perilaku. Teknik nya dapat menggunakan psikoanalisa, humanistik, dan behavioral. Salah satu teknik yang digunakan adalah terapi kognitif dan perilaku yang digunakan karena adanya pemikiran negatif (sebagai akibat dari pola pikir yang salah) sering menghasilkan kecemasan dan perasaan tidak aman. Seringkali kita tidak sadar bahwa kita telah terperangkap dalam pola pikir yang salah tersebut. Untuk itu, cognitive behavioral therapy (CBT) bisa membantu, karena penggabungan antara terapi kognitif dan perilaku ini dianggap lebih efektif karena pada awalnya di stimulasi oleh batasan-batasan yang ada pada terapi psikodinamis dan behaviorisme  radikal.
CBT mengajarkan tentang cara untuk mengenal suatu keadaan sebagaimana keadaan yang sesungguhnya dengan mengubah cara berpikir sehingga seseorang bisa melihat sesuatu secara lebih seimbang dan terhindar dari dampak negatif dari pemikiran negatif. Prinsip dasar dari CBT adalah bahwa cara kita berpikir dalam situasi tertentu mempengaruhi bagaimana kita merasa emosional dan fisik, dan mengubah perilaku kita. Setiap orang akan memiliki cara berpikir sendiri, respon individu terhadap peristiwa tertentu. Kunci dari CBT adalah untuk mengidentifikasi pikiran yang paling penting, perasaan dan perilaku yang membentuk reaksi dan memutuskan apakah tanggapan tersebut rasional dan bermanfaat. CBT bekerja pada asumsi bahwa keyakinan mempengaruhi emosi dan perilaku bahwa dengan mengidentifikasi dan mengatasi pikiran bermasalah sehingga dapat membantu untuk mengubah perilaku seseorang menjadi lebih baik. CBT dapat membantu seseorang untuk memahami masalah besar dengan memecahkan mereka ke bagian yang lebih kecil. Hal ini membuat lebih mudah untuk melihat bagaimana mereka terhubung dan bagaimana mereka mempengaruhi seseorang. Bagian-bagian ini adalah: Sebuah Situasi – masalah, peristiwa atau situasi yang sulit. Dari hal ini maka dapat mempengaruhi, seperti: pikiran, emosi, fisik/perasaan, dan tindakan.
Masalah gangguan emosi atau kejiwaan timbul karena persepsi kita terhadap sesuatu kejadian. Dr Burns, seorang profesor psychiatri dari Medical Center, Universitas Pennsylvania menerangkan tentang emosi ABC.
A:  Actual events (kejadian sesungguhnya)
B:  Belief (kepercayaan), yaitu apa yang dipercayai dari kejadian tersebut.
C: Consequence (konsekuensi) yang dialami sebagai akibat dari apa yang seseorang percayai.
Cognitive therapy mencoba mengubah “B”, yaitu apa yang dipercayai dari kejadian tersebut agar seseorang tidak perlu mengalami “C” yaitu konsekuensi negatif dari B. Bila seseorang bisa menghindari munculnya B negatif (kepercayaan negatif) dari suatu kejadian yang sebenarnya (actual event), maka berarti anda sudah berhasil mencegah timbulnya konsekuensi negatif (marah, sedih, frustasi, dll). Berikut ini teknik atau cara melakukannya:
1. Periksa apa yang sebenarnya terjadi (evident). Letakkan suatu kejadian dalam konteksnya atau gambaran besarnya. Bila anda sedih karena suami bilang bahwa anda pemalas karena ketika tadi malam anda pulang malam dan tidak punya lagi kekuatan untuk membersihkan dapur. Maka ingat ingat bahwa pada hari hari biasa, ketika tidak terlalu capai, anda biasanya membersihkan dapur. Tentu saja, bila saat itu sangat capai, bisa dimaklumi bila anda tidur tanpa membersihkan dapur terlebih dahulu. Dengan kata lain, anda tidak perlu menyalahkan diri anda sendiri sebagai pemalas.
2. Bicara kepada diri sendiri seperti anda bicara kepada teman. Misalnya ada seorang teman yang kena pemutusan hubungan kerja (PHK) sehingga teman tersebut merasa sebagai orang yang tidak berguna lagi, gagal dan tidak dihargai. Apa yang anda katakan kepadanya? Mungkin anda akan berkata seperti ini:” Anda bukan seorang yang gagal dan tidak berguna. Banyak orang terkena PHK, dan PHK sering tidak berkaitan dengan kinerjamu. Kamu punya kemampuan dan kreatif. Kamu dulu pernah jatuh dan bangkit lagi. Saya percaya kamu akan bisa mengatasi hal ini.” Bila anda mengalami hal yang sama, katakan hal yang sama kepada diri anda sendiri.
3. Temukan kesuksesan atau keberhasilan kecil. Dari pada menilai perkawinan anda sebagai gagal total, coba lihat pada keberhasilan atau kesuksesan kecil, seperti bahwa selama ini anda bisa saling mendukung sehingga anda bisa mengambil S2 dan jabatan juga naik terus. Kita selalu bia mengubah pikiran negatif menjadi pikiran positif dalam segala situasi.
4.  Buat rumusan pengertian atau definisi dari suatu istilah. Bila anda gagal ketika ikut tes mengemudi (cari SIM-surat ijin mengemudi) kemudain anda berpikir bahwa anda adalah manusia tidak berguna, maka coba lihat pengertian “manusia tidak berguna”. Manusia tidak berguna adalah manusia yang tidak bisa menghasilkan apa apa. Nah, tentu saja anda tidak termasuk dalam kategori “manusia tidak berguna”.
5. Lakukan survey kecil-kecilan.Bila ibu anda ingin berkunjung dan menginap dirumah anda, padahal saat itu anda sangat sibuk dengan pekerjaan kantor dan anak anak juga sibuk dengan tes di sekolah. Anda sebenarnya agak keberatan dengan kunjungan ibu anda disaat kondisi seperti itu, namun anda juga ingin menjadi anak yang berbakti. Bila anda bingung, coba tanya kepada teman teman atau saudara dekat bagaimana sebaiknya mengatasi hal tersebut.
6.  Buat perbandingan. Misalnya bila anda merasa sedih karena anda merasa jadi ibu yang pemalas (karena anda tidak suka masak, makanan sering beli makanan jadi), maka bandingkan dengan bidang yang lain. Ternyata anda senang membersihkan rumah, merawat taman, membantu anak anak mengerjakan pekerjaan rumah. Dengan demikian anda bisa menghilangkan pikiran negatif bahwa anda adalah seorang istri pemalas karena tidak suka memasak.
7. Pecahkan masalah. Bila anda marah marah setelah pulang kantor karena melihat rumah kotor dan berantakan. Maka dari pada marah marah tidak karuan, coba pecahkan masalahnya. Ternyata istri anda hari itu harus memasak untuk kegiatan sosial sehingga tidak sempat membersihkan rumah. Maka pemecahannya bisa dengan, misalnya: mencari pembantu kerja paruh waktu, atau beli makanan jadi untuk kegiatan sosial (tidak harus istri masak sendiri), dll. Intinya dari pada marah dan punya pikiran negatif, lakukan saja pemecahan masalahnya. Seperti juga kebiasaan baik (berolah raga, makan sehat, dll) maka agar bisa menghilangkan pikiran negatif, kita perlu berlatih melakukannya secara teratur.

 Source:
Trull, T., J., Prinstein, M. J. (2013). Clinical Psychology. USA: Wadsworth: Cengage Learning
Elvira, S. D. (2005). Kumpulan makalah psikoterapi. Jakarta: Balai Penerbit FKUI
TirtoJiwo. (2012). Terapi kognitif dan perilaku untuk penderita depresi. (diktat kuliah)
Viavitae.co.id/apakah-cognitive-behaviour-therapy-cbt-atau-terapi-perilaku-kognitif/

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PSIKOTERAPI : Cognitive Behavioral Therapy

Hai!

#3 Kepribadian Menurut Erich Fromm